agar kolam tanah tidak longsor
Untukmengatasinya dapat ditambahkan tanah atau abu pada kolam terpal secara teratur sebagai suplai mineral. Tambahan pula, permukaan partikel tanah berfungsi sebagai substrat bakteri untuk merombak bahan organic sekaligus penyuplai mineral bagi bakteri yang sangat lengkap.
5Dinding ini dapat menerima gaya-gaya yang tidak merata, yang pada dinding beton konvensional dapat menimbulkan keretakan. Dinding cetakan itu pembangunannya cepat, lebih murah, dan kuat. 6.Pemerintah harus sering melakukan penyuluhan tentang pencegahan tanah longsor dan lebih mengenali tanda tanda awal tanah longsor.
Tidakjarang, kejadian tanah longsor memakan korban yang tidak sedikit dengan kerugian materiil yang besar. setidaknya ada 9 cara yang dapat dilakukan sebagai langkah mitigasi bencana. Pertama, yakni tidak membuat kolam di atas lereng gunung. Peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga lingkungan sekitar supaya tanah longsor
Untukjenis tanah liat berpasir tanggul kolam dibuat menggunakan tanah, sedangkan jika jenis tanahnya gembur tanggul sebaiknya dibuat menggunakan tembok agar tidak longsor. Kedalaman kolam yang ideal untuk ikan mas antara 120 cm – 150 cm. Dasar kolam dicangkul supaya gembur.
1 Penyebab Tanah Longsor Karena Faktor Alam. Disebakan oleh kondisi biologi, seperti kemiringan lapisan, batuan lapuk. gempa bumi dan masih banyak lagi. Iklim pada daerah tersebut yang mempunyai curah hujan sangat tinggi. Keadaan topografi berupa kondisi lereng yang curam. Tanah kritis. Getaran yang dihasilkan oleh gempa bumi, lalu lintas
Padapembuatan kolam, hal yang harus diperhatikan adalah bagian pematang kolam. Pematang harus dibuat sepadat mungkin agar tidak longsor kebawah pada saat pemeliharaan. Dalam merapikan pematang kolam, terdapat beberapa langkah yang penting. Usahakan dinding pematang tidak ditumbuhi rumput, bersihkan dari rumput-rumput yang
Carapembuatan kolam seperti ini mengakibatkan seluruh kolam berada dibawah permukaan tanah. Ketiga menggunakan metode kombinasi, yaitu sebagian kolam berada di permukaan dan sebagian berada di bawah permukaan tanah. Kolam jenis ini sangatlah ideal, karena tenaga kerja yang diperlukan dalam pembuatan dan perawatannya tidak terlalu banyak.
Perkuatbebatuan dengan gravel dan tanah agar tidak ada kebocoran. [13] Pastikan ada jalur yang jelas di antara zona renang dan zona tanaman karena air perlu mengalir di antara kedua area ini. 7. Isilah kolam dengan air dan diamkan selama seminggu. Gunakan air segar untuk mengisi kolam sampai memenuhi zona renang.
Longsor Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor dapat diterangkan sebagai berikut. Air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah
5Hal Agar Investasi Tanah Anda Menguntungkan. Anda juga harus mempertimbangkan apakah di lokasi tertentu sering dilanda bencana atau tidak, misalkan banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Selain itu, biasanya orang-orang tidak suka lokasi tanah yang dekat dengan sesuatu yang tidak nyaman, misalnya limbah pembuangan sampah, banyak
. Bila kita mengamati kejadian di bumi pertiwi, maka kita akan mengetahui berapa banyak peristiwa alam, khususnya bencana alam yang menimpa Indonesia. Mulai dari banjir baca jenis banjir, tanah longsor, gempa bumi baca macam- macam gempa bumi, gunung meletus baca penyebab gunung meletus, dan lainnya, Indonesia sangat berpotensi mengalami itu semua. Dan dari beberapa jenis bencana alam yang telah disebutkan, tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Tanah longsor sering terjadi ketika musim penghujan tiba, dimana wilayah Indonesia sedang gencar dilanda longsor juga sering disebut sebagai gerakan tanah. Tanah longsor merupakan salah satu peristiwa geologi yang terjadi akibat adanya pergerakan massa batuan baca jenis batuan atau tanah dengan berbagai macam tipe dan jenis tanah, misalnya jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar Tanah LongsorPeristiwa tanah longsor yang terjadi dimana saja pasti mempunyai alasan atau penyebab. Adanya tanah longsor karena disebabkan oleh beberapa hal tertentu. Hal- hal yang menyebabkan terjadinya tanah longsor bisa dikarenakan peristiwa alami maupun hal- hal yang disebabkan oleh manusia. Beberapa penyebab terjadinya tanah longsor antara lain adalahErosi tanahPenyebab terjadinya tanah longsor salah satunya disebabkan oleh erosi tanah. Erosi tanah bisa disebabkan karena berbagai hal seperti aliran air yang terlalu deras, sungai- sungai maupun gelombang laut. Erosi tanah ini bisa menyerang bagian kaki- kaki lereng sehingga bertambah curam. Ketika ini dibiarkan terus menerus maka hal ini bisa menyebabkan tanah longsor, karena tidak ada penopang yang kuat di bagian kaki bumiSelanjutnya hal yang menyebabkan tanah longsor adalah gempa bumi baca akibat gempa bumi. Gempa bumi berupa getaran yang ada di dalam bumi atau tanah. Getaran yang berasal dari gempa bumi bisa merupakan getaran yang kuat, sedang maupun ringan. Namun getaran yang berasal dari dalam tanah ini mampu menimbulkan tekanan pada partikel- partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang dapat mengakibatkan longsornya lereng- lereng meletusPenyebab tanah longsor selanjutnya adalah gunung meletus. Gunung meletus baca ciri gunung meletus juga dapat menimbulkan getaran yang dapat memicu terjadinya tanah longsor. Selain itu, gunung berapi yang meletus atau erupsi mengeluarkan material- material seperti debu dan juga lahar dingin. Apabila material- material ini bertumpuk terlalu berat maka ada kemungkinan tanah atau lereng yang menopangnya tidak akan kuat sehingga menyebabkan terjadinya tanah halnya gempa bumi dan juga gunung meletus, pada dasarnya tanah longsor ini disebabkan oleh getaran. Selain gempa bumi dan gunung meletus, getaran ini juga ditimbulkan oleh berbagai hal seperti mesin, lalu lintas, penggunaan bahan- bahan peledak hingga curah hujanDi Indonesia, terjadinya tanah longsor kebanyakan disebabkan oleh curah hujan baca proses terjadinya hujan yang meninggi. Hal ini terbukti bahwa tanah longsor sering terjadi ketika musim hujan baca pembagian musim di Indonesia. Ketika curah hujan ini deras maka aliran air hujan akan menghantam tanah yang ada di permukaan Bumi. Hal ini jika terjadi secara terus menerus maka tanah yang tidak kuat tanah yang miring dan berada di lereng akan tidak dapat menahan aliran air dan terpaan air hujan, sehingga lama kelamaan hal ini akan menyebabkan tanah longsor. Bagian tanah yang sering longsor apabila hujan deras adalah tanah yang bentuknya miring, seperti lereng bebatuanBebatuan yang hancur juga bisa menyebabkan terjadinya longsor. Longsor yang disebabkan karena hancurnya bebatuan lebih sering terjadi pada batuan yang ada di lereng gunung. Jenis batuan yang sering longsor adalah jenis batuan sedimen kecil dan batuan endapan yang berasal dari gunung berapi. Biasanya batu yang ada di lereng bersofat lapuk atau tidak memiliki kekuatan dan mudah hancur menjadi tanah. Hal inilah yang memicu terjadinya tanah sampahSiapa sangka ternyata sampah yang telah menumpuk juga dapat menyebabkan tanah longsor. Sampah akan bisa menjadi pemicu tanah longsor ketika sampah tersebut sudah menumpuk hingga menggunung. Hal ini apabila ditambah dengan hujan deras maka dapat mengakibatkan longsornya gunungan sampah beserta tanah yang telah melapuk di bawah sampah gundulSalah satu fungsi dari pepohonan adalah memperkuat struktur tanah. Akar pohon tidak hanya dapat menyimpan air namun juga dapat memperkuat struktur tanah. Apabila hutan yang banyak pohonnya ditebangi secara liar maka hal ini menjadikan tanah lemah strukturnya sehingga ketika hujan lebat akan sangat mudah bagi tanah tersebut longsor. Hal ini sudah banyak terjadi di susutTanah longsor juga dapat disebabkan karena susutnya bendungan. Turunnya permukaan tanah dan timbulnya retakan dapat diakibatkan oleh penyusutan muka air danau atau bendungan dengan cepat. Penyusutan ini akan berdampak juga pada hilangnya gaya penahan lereng. Waduk yang mempunyai kemiringan sebesar 220 derajat memiliki potensi untuk dan tebing yang terjalBagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah yang memiliki lereng dan tebing yang terjal, maka harus lebih waspada karena tanah longsor dapat mengintai kapan saja. Proses pembentukan lereng maupun tebing yang terjal adalah melalui angin dan juga air yang berada di sekitar lereng. Hal ini berdampak pada pengikisan lereng tersebut. Dengan pengikisan ini maka sangat mudah bagi tanah untuk mengalami pertanian di lerengAdanya lahan pertanian yang ada di lerang gunung menjadi salah satu penyebab terjadinya tanah longsor. Penataan lahan pertanian maupun perkebunan yang buruk akan berdampak pada timbulnya bencana longsor. Tanaman pertanian dan juga perkebunan mempunyai akar yang kecil dan tidak cukup kokoh untuk mnejaga struktur tanah agar tetap kuat. Pepohonan yang ditebangi untuk dibuat lahan pertanian dan perkebunan tanpa mempertimbangkan efek sampingnya. Dengan menyusutnya jumlah pepohonan yang ada di lereng maka akan sangat memudahkan lereng tersebut untuk terserang tanah tidak padatBencana tanah longsor juga dapat terjadi akibat tanah mempunyai struktur yang tidak padat. Tanah yang mempunyai struktur yang tidak padat contohnya adalah tanah liat. Sifat tanah yang pecah ketika musim kemarau dan akan lembek ketika musim penghujan tiba. Melembeknya tanah ketika diterpa hujan akan berpotensi longsor jika hujan yang yang turun sangat deras. Tanah yang ketebalannya sekitar 2,5 meter akan berpotensi longsor jika terdapat di kemiringan lereng 220 bebanAdanya beban yang berlebihan pada tanah juga akan memicu tanah mudah mengalami longsor. Adanya beban yang berlebihan akan memberikan tekanan pada tanah, sehingga tanah tersebut akan mudah longsor. Contoh beban yang dapat memicu terjadinya tanah longsor adalah adanya rumah atau pemukiman di lereng, kendaraan yang berlalu lalang di tikungan lamaTanah yang sudah pernah mengalami longsor sebelumnya longsoran lama, maka tanah tersebut rawan terkena longsor lagi. Maka dari itulah ketika memilih daerah tempat tinggal, kita harus menghindari daerah yang pernah mengalami tanah materialTanah dari hasil tumpukan material akan lebih mudah mengalami longsor. Banyak orang yang ingin melakukab perluasan pemukiman dengan cara menimbun lembah atau memotong tebing. Tanah yang digunakan untuk menimbun lembah belum benar padat strukturnya, jadi ketika ada hujan yang turun maka dapat menimbulkan retakan dan permukaan tanah yang beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya tanah longsor. Sehingga jika salah satu tempat memiliki beberapa kriteria di atas, maka masyarakat harus mewaspadai akan terjadinya tanah Tanah LongsorTanah longsor merupakan bencana yang berupa merongsotnya tanah yang miring atau dari atas lalu turun ke bawah. Meski sudah dipastikan kejadiannya, namun tahukah Anda bahwa yang namanya tanah longsor ini ternyata jenisnya ada bermacam- macam. Setidaknya ada 6 jenis tanah longsor yang perlu kita ketahui. Jenis- jenis tanah longsor adalah sebagai berikutLongsoran TranslasiLongsoran translasi merupakan longsoran yang terjadi pada tanah yang mempunyai bentuk topografi rata atau bergelombang landai. Tanah longsor translasi ini merupakan kondisi dimana meterial tanah pada tanah bertopografi datar atau bergelombang landai ini bergerak. Longsor yang satu ini membuktikan pada kita bahwa tanah yang datar pun bisan mengalami longsor, sehingga kita harus ekstra BlokPergerakan blok merupakan pergerakan batuan yang berada di dalam tanah yang terjadi pada bidang yang datar atau landai. Kondisi ini juga sering dinamakan sebagai longsoran blok batu dengan jumlah batu yang pada umumnya sangat banyak atau tidak sedikit. Karena sebagian besar materialnya berupa batuan, maka akan sangat berbahaya bagi kita jika sampai terkena longsoran RotasiJenis longoran yang lainnya adalah longsoran rotasi. Dinamakan sebagai longsoran rotasi karena longsoran ini merupakan pergerakan material tanah yang terjadi di dalam bidang yang berbentuk cekung sehingga seringkali terjadi perputaran atau rotasi dalam bidang cekung tersebut. Pada bidang cekung yang terkena longsoran dapat menjadi hal yang sangat berbahaya, terlebih jika ada pemukiman yang berada di atasnya, karena rawan tertimbun dan dapat mengakibatkan korban BatuRuntuhan batu merupakan kondisi dimana terjadi runtuhan batu secara langsung dan juga terjun bebas dari atas ke bawah. Hal ini dapat terjadi pada bukit yang terjal dan mempunyai lereng yang curam. Kondisi seperti ini sering ditemui di tebing pantai. Hal ini akan menjadi sangat berbahaya ketika dibawah tebing ini terdapat pemukiman masyarakat, karena material yang jatuh biasa berupa batuan besar yang dapat menimbulkan kerusakan benda yang TanahRayapan berarti pergerakan yang sangat halus atau lambat. Sehingga dapat kita sebut bahwa rayapan tanah merupakan tanah longsor yang terjadi karena adanya rayapan atau pergerakan lambat dan halus pada tanah. Rayapan tanah biasa terjadi pada tanah yang mempunyai butiran kecil halus dan namun memiliki struktur yang agak kasar. Rayapan tanah merupakan jenis longsor yang susah dikenal dalam waktu dekat. Longsor jenis ini baru bisa dikenali setelah terjadi dalam waktu yang cukup lama, seperti ketika kita menemukan tiang- tiang listrik miring. Jika kita menemui longsor jenis ini ataupun longsor ini menyerang daerah kita maka kita harus berhati- hati dan menggunakan pondasi yang kuat untuk dapat menahan longsir Bahan RombakanLongsor jenis ini merupakan longsor yang terjadi karena disebbakan oleh dorongan air yang sangat kuat. Kecepatan air ini tergantung pada kemiringan lereng, volume air, tekanan air, kecepatan air dan jenis material tanah itu sendiri apakah mudah terangkat air ataupun longsor jenis ini lumayan cepat, bahkan dapat mencapai seluruh lembah dengan jarak ratusan meter. Longsor ini dapat merusak apapun yang dilewatinya, termasuk juga pemukiman, maka bisa hanyut terbawa. Longsor jenis ini banyak terjadi di kawasan lereng gunung berapi baca erupsi gunung berapi dan banyak menimbulkan korban itulah beberapa jenis dari tanah longsor, sekarang sudah paham bukan? selain itu kita juga perlu mengetahui dampak dari tanah lonsir bagi manusia dan Tanah LongsorBencana alam merupakan peristiwa yang merugikan. Dikatakan sebagai peristiwa yang merugikan karena menimbulkan banyak sekali dampak negatif. Hal inilah yang membuat bencana alam sebagai momentum yang menyedihkan. Salah satu bencana yang dapat menimbulkan banyak dampak negatif adalah tanah lonsor. Berikut ini merupakan beberapa akibat atau dampak tanah longsorMenimbulkan korban jiwaTanah longsor merupakan jenis bencana alam yang berpotensi menimbulkan korban jiwa. Hal ini terlebih jika tanah longsor terjadi ketika malam hari atau waktu- waktu dimana masyarakat sedang tertidur. Tanpa mengetahui akan terjadinya tanah longsor, masyarakat terlelap dan bisa tertimbun. Di Indonesia sendiri peristiwa tanah longsor sudah banyak menimbulkan korban insfrastruktur rusakRusaknya insfrastuktur juga merupakan salah satu dampak yang pasti terjadi ketika tanah longsor. Infrtastruktur yang rusak ini boleh dibilang yang berada di atas tanah yang longsor maupun yang berada di bawah tertimbun.Timbulnya berbagai macam bibit penyakitTanah longsor juga berpotensi menimbulkan berbagai macam bibit penyekit. Timbulnya bibit penyakit sebenarnya tidak hanya terjadi pada tanah longsor saja, namun juga berbagai macam bencana alam. Ketika pemukiman warga terkena bencana, maka mereka akan mengungsi. Ah, ditempat pengungsian tersebut biasanya muncul banyak sumber mata pencaharianTanah longsor juga dapat mengganggu sumber mata pencaharian masyarakat, khususnya bagi mereka yang bercocok tanam. Ladang atau sawah mereka yang tertimbun tanah pasti tidak bisa diolah dalam beberapa jangka waktu, sehingga akan menjadikan masyarakat sanitasi lingkunganKetika tanah longsor datang, maka saluran air akan menjadi terputus. Jika air bersih saja tidak ada, maka bisa dipastikan sanitasi lingkungan menjadi beberapa dampak atau akibat dari tanah longsor. Setelah mengetahui akibatnya, maka kita berkewajiban untuk mencegah terjadinya tanah Pencegahan Tanah LongsorTanah longsor dapat dicegah apabila kita melakukan beberapa upaya diantaranya sebagai berikutTidak membuat sawah di lerengTidak mendirikan bangunan di tebingTidak menebang pohon di lerengTidak memotong tebing secara tegak lurusTidak mendirikan bangunan di sekitar sungaiMelakukan upaya preventifMembuat teraseringMelakukan penyuluhan kepada masyarakatItulah beberapa informasi yang dapat kami berikan mengenai tanah longsor. Semoga bermanfaat.
RumahCom – Selain banjir, tanah longsor merupakan bencana alam yang kerap terjadi di wilayah Indonesia. Bencana tanah longsor terjadi karena adanya ketidakstabilan tanah atau batuan suatu lereng. Tanah atau batuan, maupun campuran keduanya, menuruni lereng menuju dataran yang lebih rendah pada saat terjadi longsor. Longsor menjadi salah satu masalah besar, terutama bagi Anda yang ingin membangun rumah di kawasan pegunungan atau pinggir sungai. Anda harus mengetahui cara mencegah tanah longsor untuk mengurangi resiko tanah menjadi longsor. Longsor biasanya terjadi karena terdapat gangguan kestabilan pada lereng tanah. Tanah yang labil dan tidak memiliki pohon sebagai tumpuan alami bisa mengalami pergeseran. Pada umumnya, beberapa kondisi morfologi seperti kemiringan lereng, kondisi bebatuan, maupun tanah penyusun lereng, serta kondisi tata air atau hidrologi pada lereng dapat memicu atau malah mencegah gangguan itu terjadi. Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui cara mencegah tanah longsor dan mengenali penyebabnya! 10 Cara Mencegah Tanah Longsor Pembuangan dan Penggantian Material Memperbaiki Drainase Permukaan dan Bawah Permukaan Tanah Menjaga Volume Air Di Atas Lereng Melestarikan Vegetasi Menggali Bagian Atas Lereng Menopang Permukaan Lereng Membangun Tiang Pancang Membangun Dinding Penahan Memasang Sambungan atau Jembatan Membatasi Jumlah Bangunan Pada Lahan Rawan Longsor Penyebab Tanah Longsor Terjadinya Peningkatan Kandungan Air Getaran Pada Lereng Peningkatan Beban Pemotongan Kaki Lereng Secara Sembarangan Penebangan Hutan Secara Liar 1. 10 Cara Mencegah Tanah Longsor Bila dilihat dari sudut pandang konstruksi bangunan, tanah merupakan sebuah elemen paling penting dalam mendirikan sebuah bangunan. Tanah memiliki fungsi untuk menahan beban dari bangunan dan menjadi sebuah penentu apakah bangunan bisa bertahan dan digunakan dalam waktu yang lama. Perlu Anda ketahui, tanah sangat rentan mengalami pengikisan dan bisa menyebabkan longsor. Berikut ini adalah sepuluh cara mencegah adanya pemicu longsoran agar tidak terjadi bencana tanah longsor dilansir dari penelitian oleh Arthur W. Root tentang Prevention of Landslides. 1. Pembuangan dan Penggantian Material Setiap tanah memiliki struktur tanah yang berbeda-beda. Tanah dan batuan yang memiliki struktur rapuh dan rawan longsor dapat dipindahkan dan diganti dengan material yang lebih kuat, seperti tanah berlumpur atau berpasir. Karena pelapukan serpih dapat membentuk tanah yang rawan longsor, prosedur pemindahan dan penggantian harus mencakup langkah-langkah untuk mencegah pelapukan lanjutan dari batuan yang tersisa. Material longsor tidak boleh didorong kembali ke atas lereng. Ini hanya akan menyebabkan gerakan tanah longsor yang berkelanjutan. 2. Memperbaiki Drainase Permukaan dan Bawah Permukaan Tanah Karena air merupakan faktor utama terjadinya tanah longsor, perbaikan drainase di permukaan dan bawah permukaan di lokasi dapat meningkatkan stabilitas lereng yang rawan longsor. Air permukaan harus dialihkan jauh dari daerah rawan longsor dengan mengalirkan air di saluran drainase berjajar atau pipa saluran pembuangan ke dasar lereng. Air harus dialihkan sedemikian rupa untuk menghindari memicu tanah longsor yang berdekatan dengan lokasi. Air permukaan tidak boleh dibiarkan menggenang di lereng yang rawan longsor. Jika dibiarkan, maka tanah akan melembek yang pada akhirnya akan terbawa oleh aliran air menuruni lereng menuju ke bawah. Hal itu akan mengakibatkan longsor. 3. Menjaga Volume Air Di Atas Lereng Air dapat diminimalisir dari tanah di atas lereng dengan menggunakan parit yang diisi dengan kerikil dan pipa berlubang atau sumur air yang dipompa. Penampungan air seperti kolam renang, saluran air, dan saluran pembuangan harus dipelihara untuk mencegah kebocoran. Penyiraman rumput dan tumbuh-tumbuhan pada tanah di atas lereng harus dijaga seminimal mungkin. Tanah liat memiliki konduktivitas hidrolik yang rendah dan sulit untuk dikeringkan. Dengan keringnya tanah, maka meringankan berat beban tanah pada atas lereng sehingga kemungkinan terjadinya tanah longsor dapat dicegah. 4. Melestarikan Vegetasi Pepohonan, rerumputan, dan vegetasi dapat meminimalkan jumlah air yang meresap ke dalam tanah. Selain itu, dengan adanya tanaman mampu memperlambat erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan. Air tanah pun diserap oleh akar tumbuhan sehingga dapat menghilangkan air dari permukaan tanah. Seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hadi Susilo Arifin pada portal Berita Institut Pertanian Bogor, menanam berbagai jenis tanaman vetiver seperti akar wangi pada kawasan lereng bisa mencegah dan mengurangi risiko terjadinya longsor. Tanaman vetiver memiliki akar yang bisa tumbuh panjang sampai 2 meter ke dalam tanah yang sangat baik untuk menopang tanah supaya konturnya tidak mengalami perubahan dan mengakibatkan longsor. Untuk jangka panjangnya, Anda bisa menanam pohon trembesi pada kawasan lereng sebagai salah satu bentuk pencegahan longsor. Selain mencegah longsor, manfaat kayu trembesi lainnya adalah bisa menyerap sekaligus menyaring air hujan dengan baik. 5. Menggali Bagian Atas Lereng Memindahkan tanah dan batu di bagian atas tanah longsor mengurangi tekanan penggerak dan dapat memperlambat atau bahkan menghentikan tanah longsor. Tanah dan batuan tambahan di atas tanah longsor perlu disingkirkan untuk mencegah tanah longsor baru terbentuk di lereng atas. Meratakan sudut kemiringan di puncak bukit dapat membantu menstabilkan lereng yang rawan longsor. 6. Menopang Permukaan Lereng Jika kaki tanah longsor berada di dasar lereng, timbunan dapat ditempatkan di atas kaki dan di sepanjang dasar lereng. Timbunan tersebut mampu meningkatkan gaya penahan di sepanjang permukaan runtuh di daerah kaki. Timbunan tersebut akan mencegah bagian tanah atau batuan di atas lereng turun ke dasar lereng. Namun, jika kaki lebih tinggi pada lereng, penambahan timbunan akan membebani tanah dan batuan di bawah kaki sehingga menyebabkan tanah longsor membentuk lereng bawah timbunan. 7. Membangun Tiang Pancang Tiang pancang menyerupai balok logam yang didorong ke dalam tanah atau ditempatkan di lubang bor. Tiang pancang yang ditempatkan dengan benar harus meluas ke lapisan batuan yang kompeten di bawah tanah longsor. Selain tiang pancang, juga diperlukan balok penopang. Balok penopang ditempatkan pada kemiringan lereng tiang untuk mencegah tiang agar tidak jatuh atau miring. Balok kayu dan tiang telepon tidak disarankan untuk digunakan sebagai tiang pancang karena kurang kuat dan dapat membusuk. Tips membangun rumah di tepi lereng, perhatikan kekuatan struktural dari tiang pancang supaya bangunan Anda tidak mudah bergeser dan mengakibatkan tanah menjadi longsor. 8. Membangun Dinding Penahan Karena tanah longsor dapat merembes melalui celah di antara tumpukan, dinding penahan tanah sering kali dibangun. Dinding penahan dapat dibangun dengan menambahkan balok logam, beton, atau kayu secara horizontal di antara tiang penahan. Dinding tersebut dapat diperkuat lebih lanjut dengan menambahkan pengikat dan balok penopang. Dinding penahan tanah juga dibuat dari beton, balok kayu, batu, rel kereta api, atau kayu gelondongan, tetapi ini mungkin tidak cukup kuat untuk menahan gerakan tanah longsor dan dapat roboh. Setelah dibangun, maka dinding penahan harus dipelihara dan dirawat. Kurangnya perawatan dapat menyebabkan gerakan tanah longsor yang baru. 9. Memasang Sambungan atau Jembatan Pencegahan longsor, terutama pada jalur jalan raya, dapat dilakukan dengan membangun jembatan untuk menyambung area satu dengan lainnya. Dengan adanya jembatan ini, maka beban yang ditanggung oleh tanah yang dilalui oleh kendaraan akan berkurang. Oleh karena itu, kemungkinan terjadinya longsor bisa diminimalisir. 10. Membatasi Jumlah Bangunan Pada Lahan Rawan Longsor Untuk mencegah terjadinya peningkatan beban tanah pada atas lereng, yang bisa memicu ketidakstabilan tanah, maka jumlah bangunan yang boleh dibangun di atas lereng harus diperhatikan. Bila perlu, untuk sebuah kawasan miring dengan tanah dan batuan yang kurang kuat, sebaiknya pembangunan di atasnya tidak diijinkan. Memiliki rumah yang berada di daerah perbukitan sangatlah menyenangkan. Selain memiliki pemandangan yang bagus, Anda bisa menikmati udara yang lebih sejuk dan segar. Apakah Anda tertarik ingin tinggal di daerah perbukitan? Berikut ini adalah pilihan hunian modern terbaik di Wilayah Bogor. 2. Penyebab Tanah Longsor Bencana tanah longsor merupakan salah satu bencana yang tidak kita inginkan. Bencana tanah longsor tidak akan terjadi pada tanah yang miring sekalipun jika tidak ada pemicunya. Tanah longsor dipicu oleh beberapa penyebab. Pemicu terjadinya bencana tanah air yang dilansir dari National Geographic antara lain 1. Terjadinya Peningkatan Kandungan Air Kandungan air yang tinggi dari atas lereng dapat menambah beban batuan dan tanah di atas lereng, sehingga memacunya untuk melorot ke bagian bawah lereng. Selain itu, sifat air yang mengalir dari atas ke tempat yang lebih rendah dapat memicu terjadinya ketidakstabilan tanah. Untuk itu, memperhatikan kadar air di atas lereng sangat penting dalam mencegah terjadinya tanah longsor. 2. Getaran Pada Lereng Terjadinya getaran pada lereng yang diakibatkan oleh gempa bumi maupun aktivitas lainnya seperti pengeboran, ledakan, atau penggalian dapat memicu terjadinya pergerakan tanah. Pergerakan tanah ini berpotensi menyebabkan longsor. 3. Peningkatan Beban Pemicu tanah longsor yang selanjutnya adalah peningkatan beban pada area atas lereng. Meningkatkannya beban di atas tanah yang melebihi daya tahan tanah mampu memicu terjadinya longsor. Penambahan jumlah bangunan, padatnya pemukiman warga dan peningkatan kadar air yang terletak di atas lereng bisa membuat beban tanah meningkat sehingga memacu gerakan ketidakstabilan tanah. 4. Pemotongan Kaki Lereng Secara Sembarangan Apabila tanah pada kaki lereng digerus atau dipotong, maka akan menurunkan daya tahan kaki lereng untuk menahan beban atas lereng. Apalagi jika hal ini dilakukan sembarangan dan tanpa ijin. Melakukan hal ini tanpa kontrol dari pihak yang berwenang, bisa mengakibatkan tidak terkontrolnya jumlah kaki lereng yang dipotong untuk kepentingan pembangunan, misalnya. Akibatnya, lereng tidak memiliki penyangga yang cukup kuat. Hal ini berakibat pada longsornya batuan dan tanah dari atas lereng. 5. Penebangan Hutan Secara Liar Selain menyebabkan terjadinya pencemaran tanah, penebangan hutan secara liar bisa membuat kondisi tanah menjadi longgar dan labil. Hal ini bisa terjadi dikarenakan tanah tidak memiliki tumpuan dari akar tanaman. Apabila terkena hujan lebat, tanah yang labil akan mudah terlepas dan menjadi longsor yang sangat membahayakan. Itulah pembahasan lengkap mengenai penyebab tanah longsor dan 10 cara untuk mencegah terjadinya tanah longsor. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda dan bisa membantu Anda dalam mencegah terjadinya longsor yang sangat berbahaya. Apakah Anda memiliki rencana untuk pindah rumah? Cek video yang informatif berikut ini untuk mengetahui tips pindah rumah agar berjalan lancar! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah Tanya Tanya ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami
Membuat Kolam Tanah untuk Ikan Konsumsi Beberapa hari yang lalu cak semau komplemen sepetak tanah didekat markas Bibliotek Excellent Excellent Farm. Kontur tanahnya seperti tanah pandau, nyata empang kecil lepasan kolam iwak lele dan pohon pisang dan tanaman nangka di sekitarnya. Saya sudah lalu berlatih banyak berusul kesalahan musim-waktu sebelumnya. Karena exciting mau menciptakan menjadikan kolam ikan, saya mengisi kolam dibawah pondok dengan ratusan ekor ikan gurame. Sebagian ada nan semen kecil dan sebagian lagi bibit gurame yang agak besar. N domestik beberapa tahun, sebagian ki akbar ikan mati karena kolamnya tidak disiapkan dengan baik dan airnya tidak seia. Gagal dengan lauk gurame, saya menggantinya dengan lauk lele. kali ini bertelur karena lele lebih ulet, cuma airnya cepat kotor dan harus rutin memberi pakan. Kurang pas dilihat bakal tebat dibawah pondok yang niatnya bakal hiasan. Kesannya kolam ikan dibawah saung diisi dengan ikan patin dan gurame pula kerumahtanggaan jumlah yang bertambah sedikit. Bepergian patut baik sekadar kian untuk hobi, bukan untuk manuver komersil, Untuk propaganda komersil, saya mewujudkan kolam kapling. Letaknya didekat kebun rambutan. Butuh biaya sejumlah juta untuk menggali kapling dan menyiapkan kolam. berhari-periode diisi air, tak lama kemudian surut juga. Setelah beberapa lama, tingkat surutnya berkurang cuma tetap tidak stabil. Akhirnya empang itu dilapisi terpal mudah-mudahan air tidak surut, namun jadi menghilangkan maksud terdepan pembuatan bendungan lahan, yaitu kiranya suka-suka pakan alami terbit dasar dan dinding kolam. Kesalahan saya sederhana, ialah saya tidak membidas garis bentuk. Tanah kebun saya jadikan kolam ikan, tentu cuma airnya mudah surut karena memang posisinya lebih tinggi semenjak mana tahu dan tanahnya berupa tanah gersang yang menghisap air. Disisi tak, terserah tanah didekat kali nan kian invalid, malah saya uruk agar tingginya sama dengan tinggi tegal. Salah penerapan. Belajar mulai sejak hal diatas, saya mengepas mencari lahan yang basah, nan tanahnya memang becek atau lembab nama bahwa tanah tersebut sudah lalu jenuh air. Daripada diuruk, lebih baik tanahnya saya keduk dan jadikan balong lauk, karena tanah tersebut bisa menggudangkan dan menahan air. Sekaligus menunggu lahannya ada, saya membuat kolam terpal buntak dengan penampang 2 meter sebanyak 3 buah. 1 tebat diisi dengan ikan gurame+nila. Balong kedua diisi dengan ikan patin dan kolam keladak diisi dengan ikan bawal. Perlu penyesuaian dan penerimaan setakat kolam-kolam tersebut bisa memungkinkan bagi menghasilkan ikan konsumsi. Momen cak semau pelengkap petak yang memang sebelumnya pernah digunakan untuk kolam ikan lele, saya langsung info ke Qchen adik saya yang menangani Excellent Farm, mudahmudahan meluruskan bendungan tersebut serentak melebarkannya. Tantangan terbesar tanah tersebut adalah banjir. Jika air mulai sejak siapa disampingnya melembak, kolamnya banjir dan ikannya kabur melarikan diri. Saya harap Qchen untuk merapikan, memperdalam, berekspansi arah kanan kidal serampak melantangkan tanggul tebat. Karena kali ini diniatkan kerjakan kolam ikan konsumsi, saya mempersunting kolamnya sungguh-sungguh disiapkan. Saya belum adv pernah rencananya akan menempatkan ikan apa di kolam tersebut. saja rencananya saya mau memelihara gurame dan nila. Lahannya memang nisbi kecil, doang jikalau kerjakan beberapa puluh ekor ikan gurame mestinya masih memungkinkan, lebih lagi jika pemberian pakannya dilakukan semi intensif. Tujuan penting pembuatan kolam itu sebenarnya memanfaatkan lahan yang ada, daripada dibiarkan tergenang sonder cak semau lauk bahkan menjadi sarang nyamuk. Kalaupun belum sampai pada tahap menguntungkan secara ekonomis, paling kecil saat Zeze Vavai dan Vivian kesana bisa mancing dengan leluasa.
- Tanah longsor adalah salah satu jenis bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia selain gempa bumi, banjir, kekeringan, dan angin Nasional Penanggulangan Bencana BNPB mendefinisikan tanah longsor sebagai salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, yang menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun merujuk sumber lain, pengertian tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, ataupun campuran material-material tersebut, yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses Terjadinya Tanah Longsor Lantas, bagaimana proses terjadinya tanah longsor? Peristiwa tanah longsor dapat terjadi apabila air yang meresap ke dalam tanah menyebabkan bobot tanah bertambah, kemudian menembus sampai ke bidang gelincir, hingga menyebabkannya bergerak keluar lereng. Apabila gaya pendorong pada lereng lebih besar dari gaya penahan maka terjadilah longsor. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah. Sedangkan gaya pendorong dipengaruhi oleh besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan, demikian dikutip dari laman BPBD tanah longsor sering muncul di musim hujan, setelah musim kering yang menyebabkan permukaan tanah retak dan berpori. Saat tanah retak, maka air hujan makin mudah meresap ke bagian dalam tanah, membuat kandungan air dalam tanah menjadi jenuh. Air yang terakumulasi di dasar lereng memicu gerakan lateral, sehingga mudah bergerak menuruni lereng. Namun, jika ada banyak pohon maka tanah tidak mudah bergerak longsor. Maka itu, penghijauan di daerah perbukitan, pegunungan dan sekitar lereng penting dilakukan. Jenis-Jenis Tanah Longsor & Ciri-Ciri Area Rawan Longsor Agar dapat lebih waspada terhadap jatuhnya korban baik jiwa maupun harta, maka ada baiknya kita mengenali ciri-ciri daerah yang rentan mengalami tanah longsor. Selain itu, untuk mengenali kerawanan bencana ini, jenis-jenis tanah longsor juga perlu diketahui. Berikut ini ciri-ciri kawasan rawan bencana tanah longsor Umumnya tanah longsor terjadi di wilayah perbukitan dan lereng gunung dengan kemiringan 20 derajat. Lapisan tanah di bagian atas lereng tebal Lahan gundul tidak ada pepohonan, sehingga lereng terbuka Terdapat retakan tanah di atas lereng dan tebing Sistem saluran air yang buruk di daerah lereng Ada mata air atau rembesan di tebing, dan didahului oleh longsoran kecil Adanya bangunan di bagian atas tebing yang menyebabkan beban berlebihan. Jenis-jenis tanah longsor yang umum terjadi setidaknya 6, yakni Longsoran Translasi gerakan massa tanah dan batuan di tebing dengan bidang gelincir rata atau bergelombang landai. Longsorang Rotasi gerakan massa tanah dan batuan pada bidang gelincir cekung Pergerakan Blok longsoran translasi blok batu perpindahan batuan pada bidang gelincir rata atau lurus. Runtuhan batu batuan atau material yang bergerak ke bawah dengan jatuh bebas. Biasanya terjadi di lereng terjal, seperti yang ada di daerah pantai. Rayapan tanah jenis tanah longsor yang lamban bergerak dan lama. Biasanya dapat diamati saat pohon atau rumah mulai miring atau retak perlahan ke arah bawah. Aliran bahan rombakan massa tanah bergerak didorong oleh air, sehingga kecepatan longsor tergantung pada volume air, tekanan air, dan seberapa miring lerengnya. Dapat diamati pada daerah aliran sungai di sekitar gunung merapi, saat berlangsung longsoran lahar dingin. Adapun cara mengurangi risiko tanah longsor ialah sebagai berikut Tidak membangun rumah atau vila di lereng gunung, sehingga beban tanah di wilayah tersebut bertambah. Tidak membuat sawah atau kolam di atas lereng karena air mudah meresap dan menimbulkan retakan di lereng. Tidak membuat rumah di daerah bawah tebing atau lereng, untuk menghindari korban jiwa saat sewaktu-waktu terjadi longsor. Tidak menebang pohon secara membabi buta di sekitar wilayah lereng, agar akar pepohonan dapat mengikat tanah dan mencegah longsor. Menanami daerah lereng gunung dan bukit yang gundul dengan pepohonan, agar tidak terjadi erosi tanah apabila hujan datang. Membuat terasering atau sistem tanah bertingkat jika harus menanam padi di lereng bukit. Terasering akan memperlambat aliran air dan tanah saat hujan. - Sosial Budaya Kontributor Cicik NovitaPenulis Cicik NovitaEditor Addi M IdhomPenyelaras Ibnu Azis
Memasuki musim hujan tahun ini, bencana tanah longsor telah melanda sejumlah tempat, mulai dari Sumatra, Jawa, hingga Nusa Tenggara Timur. Selain memakan korban jiwa, infrastruktur seperti jalan dan jembatan, perkampungan, rumah beserta penghuninya terkena dampak tertimbun material longsor. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan sepanjang 2018-sampai November-terjadi 268 kali bencana tanah longsor, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 848 kejadian. Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah kejadian bencana tanah longsor fluktuatif. Masalahnya, lebih dari 112,46 juta hektare atau hampir 60% luas dataran Indonesia adalah kawasan rentan longsor, perbukitan, dan pegunungan curam dengan topografi berombak dan bergelombang. Hitungan ini menurut data dari buku Tanah-Tanah Pertanian Indonesia 2004 yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian Indonesia. Kita memerlukan informasi tanah, geoteknik, dan geofisik untuk menentukan prakiraan lokasi dan waktu longsor ketika memasuki musim hujan guna mencegah kerusakan lebih parah dan jatuhnya korban. Apa penyebab longsor ? Longsor dapat dikategorikan sebagai salah satu bencana yang disebabkan oleh tanah. Pergerakan massa tanah dan batuan dari atas ke bawah menyebabkan longsor. Kejadian longsor dipengaruhi oleh landai atau curamnya lereng suatu kawasan, tebal atau tipisnya lapisan tanah di atas lapisan batuan penyusun bukit dan gunung, iklim curah hujan, suhu, salju, dan vegetasi. Adapun pemicu yang mempercepat terjadinya longsor antara lain guncangan akibat gempa, tambahan beban pada bagian atas lereng, pemotongan lereng bawah dan hujan deras. Curah hujan tinggi pemicu longsor Air merupakan faktor utama terjadinya longsor. Intensitas hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat akan memicu banjir dan longsor. Untuk mengantisipasi kejadian longsor, kita perlu mengetahui besar dan lamanya curah hujan yang menimpa suatu daerah. Satuan untuk menghitung jumlah curah hujan adalah milimeter mm; 1 mm CH berarti ada 1 liter air hujan yang turun pada areal dengan luas 1 meter persegi. Pada 2 dan 3 November 2018 sejumlah kecamatan di Kota Padang dilanda banjir bandang dan longsor. Ini disebabkan curah hujan yang mencapai 91 mm dan 187 mm dalam waktu lima jam, angka itu termasuk hujan dengan intensitas sangat lebat. Pengukuran di lima stasiun iklim di Kota Padang menunjukkan kisaran curah hujan pada 2 November mulai dari 47,4–91 mm dan 13,7–187 mm pada 3 November 2018. Data ini bersumber penuturan langsung dari Sugeng Nugroho, peneliti Stasiun Klimatologi Padang Pariaman, kepada penulis. Jika dirata-ratakan, maka curah hujan yang turun sekitar 73 mm di Kota Padang. Dengan luas 695 kilometer persegi, maka telah turun air hujan sebanyak 50,75 juta meter kubik setara dengan air dalam kolam renang selama satu hari saja. Air yang turun sebanyak itu, tentu saja tidak akan tertampung oleh tanah dan sungai. Di tanah terjadilah aliran permukaan atau limpasan permukaan runoff. Sedangkan di sungai mengakibatkan meningkatnya debit air sungai secara signifikan. Batas kritis dari aliran permukaan ini adalah 50 meter kubik per detik pada satu daerah aliran sungai DAS. Jika batas ini terlampaui maka terjadilah banjir di dataran aluvial tanah yang terbentuk karena endapan dan longsor pada daerah perbukitan. Tanah dan vegetasi berperan penting menyerap air hujan yang turun. Air hujan masuk ke dalam tanah melalui pori-pori yang ada di tanah. Ini disebut infiltrasi. Setelah semua pori tanah terisi air, tanah akan jenuh air. Inilah awal terjadinya genangan di atas permukaan tanah. Saat tanah jenuh air, maka tanah menjadi lebih berat dan mencair sehingga mudah mengalir. Laju aliran permukaan semakin besar seiring pertambahan volume air hujan yang turun. Permukaan tanah yang ditutupi vegetasi akan mampu menahan dan menyerap air hujan lebih banyak karena terbentuk celah antara akar dan butiran tanah yang dapat menahan air hujan dibandingkan dengan permukaaan tanah tanpa vegetasi atau tanah yang dilapisi beton. Tumbukan air hujan pada tanah tanpa vegetasi akan lebih keras dan memecah agregat tanah sehingga mudah terjadinya aliran permukaan tanah. Sedangkan pada permukaan tanah yang dilapisi beton tak ada air hujan yang bisa masuk ke dalam tanah. Akan semakin rawan longsor jika mendirikan bangunan di puncak dan lereng bukit pada daerah dengan intensitas curah hujan tinggi. Bisakah longsor diprediksi? Peta Prediksi Gerakan Tanah Longsor per 8 Maret 2018 Pukul WIB. BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana menerbitkan peta prediksi longsor secara periodik yang bisa menjadi rujukan untuk melihat tingkat kerawanan suatu wilayah. Longsor biasanya terjadi pada kawasan perbukitan dan pegunungan dengan lerengnya yang curam sampai sangat curam bahkan tertoreh dengan kelerengan >15%. Topografi kawasan rentan longsor berombak sampai bergelombang lereng 8-15%, berbukit lereng 15-30% dan bergunung >30%. Wilayah dengan bentuk berbukit dan bergunung yang rentan longsor mencapai 47,7% di Pulau Jawa dan 35% di Sumatra. Kedua pulau ini memiliki tipe iklim basah dengan jumlah curah hujan tahunan antara 3000 sampai > 5000 mm. Secara teoretis jika faktor penyebab longsor sudah teridentifikasi dan terdokumentasi dengan baik dapat dimodelkan secara matematis untuk prakiraan atau prediksi suatu kawasan rentan longsor atau tidak. Pengetahuan tentang sifat tanah dan geologi suatu kawasan akan menentukan mitigasi untuk menghadapi kejadian longsor di masa datang. Tanah dengan kedalaman yang tipis dan berada di atas batuan yang rapuh berbeda perilakunya dengan kawasan yang memiliki lapisan tanah yang dalam dan bebatuan yang kuat dan kekar ketika curah hujan turun dengan deras. Curah hujan sebagai faktor aktif penyebab longsor tentu tidak dapat dicegah untuk turun deras atau tidak di satu kawasan. Sebenarnya di luar negeri seperti di Amerika Serikat telah ada dipasang alat-alat untuk memonitor longsor. Alat ini dipasang di lokasi rawan longsor, dikendalikan secara nirkabel dan menggunakan satelit atau penginderaan jauh. Sensor longsor ini bekerja secara simultan untuk mendeteksi perubahan dan pergerakan tanah, volume air hujan, geoteknik bebatuan dan kelerengan. Indonesia belum memiliki alat sensor ini karena mahal US$ jika mendatangkan dari luar negeri dan tentu saja diperlukan dalam jumlah banyak. Sedangkan di Indonesia, ditengarai masih dalam proses penelitian. Setidaknya ada sejumlah inovasi alat deteksi longsor dari universitas dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Perubahan iklim pengaruhi longsor? Laporan sekumpulan peneliti perubahan iklim menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan suhu udara di daratan dan suhu air laut sebesar 0,850 derajat Celsius dari tahun 1880 ke 2012. Peningkatan suhu ini biasanya diiringi dengan ketidakteraturan jumlah curah hujan. Misalnya suatu daerah akan mengalami kekeringan atau peningkatan curah hujan yang ekstrem. Fenomena pemicu terjadinya longsor terutama akibat intensitas hujan yang tinggi dan frekuensi hujan deras yang terjadi. Perubahan iklim berdampak langsung dan tidak langsung terhadap lingkungan, ketersediaan air dan faktor perubahan penggunaan lahan akibat aktivitas manusia. Semuanya ini akan berpengaruh baik secara langsung atau tidak langsung terhadap bencana longsor, besar dan kerapnya terjadi longsor tersebut. Apakah kejadian longsor yang banyak di Indonesia disebabkan oleh perubahan iklim? Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change IPCC pada 2012 menyatakan bahwa perubahan curah hujan yang tinggi akan memungkinkan terjadinya longsor di beberapa daerah. Masih belum ada penelitian yang memastikan hubungan tersebut di Indonesia, tapi bisa kita jelaskan dengan sains. Alih fungsi hutan dan lahan akan mengubah siklus air. Perubahan fungsi lahan dan bertambah banyaknya bangunan akan mengurangi jumlah air yang meresap ke dalam tanah. Curah hujan yang lebih deras akan menghasilkan limpahan air menjadi lebih intens, dan memicu terjadinya longsor. Cara mencegah longsor Peranan manusia dalam penggunaan lahan akan lebih mempengaruhi terjadinya longsor. Walau ada teknik mekanis untuk memperkuat tanah di daerah longsor, infrastruktur tersebut tidak banyak di Indonesia. Kita dapat mencegah longsor dengan menanam pohon-pohon di daerah berlereng yang dapat memperkuat tanah. Kawasan lereng terjal sampai sangat terjal sebaiknya jangan dialihfungsikan sebagai lahan pertanian atau perumahan. Jika sudah terlanjur maka lahan itu sebaiknya dibuat teras bangku, budi daya lorong sesuai kontur tanah, atau dipagari dengan vegetasi yang bisa mengikat butiran tanah antara lain dengan tanaman bambu dan rumput vetiver.
Cara Mencegah Bencana Tanah Longsor Pada Lahan Miring Terbaru 2021. Bencana tanah longsor biasanya sering terjadi di dataran tinggi yang terdapat banyak lereng dengan kemiringan di atas 45 derajat. Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan dataran datar juga bisa terjadi longsor, walaupun peluang terjadinya lebih kecil. Memasuki musim penghujan ini bencana tidak tahu kapan datangnya, oleh karena itu pemerintah telah menyiapkan pusat siaga bencana di tempat yang berpotensi menjadi langganan longsor. Masyarakat juga telah dihimbau untuk tetap waspada jika terjadi hujan dan mempelajari tanda – tanda terjadinya longsor. Apa itu Tanah Longsor ? Tanah Longsor adalah perpindahan tanah yang di dalamnya terdapat bebatuan organik maupun anorganik yang secara tiba – tiba bergerak ke bawah sehingga meninggalkan lereng. Tanah longsor terjadi karena terganggunya keseimbangan sehingga tanah menjadi mudah bergeser yang biasanya disebabkan oleh air yang masuk ke dalam lapisan atmosfer yang mempunyai peran sebagai area gelincir. Jika air sudah memasuki area gelincir pada lapisan tanah bagian dalam, maka tanah bagian atas dan tengah kedap air menjadi goyah, tanah menjadi labil dan struktur tanah atas akan sangat mudah bergeser, terlebih lagi jika diatas tanah tersebut berdiri banyak bangunan yang memberikan beban ke tanah. Cara Menghindari Tanah Longsor Cara menghindari bencana tanah longsor kita harus mengetahui cara dan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor. Sebagai manusia kita tidak tahu kapan bencana akan terjadi, namun dengan kita belajar mempelajari tanda – tanda bencana longsor dan cara pencegahannya dengan mengurangi tindakan yang dapat memicu bencana, setidaknya bisa mengurangi resiko dan dampak yang di timbulkan. Cara Mencegah Bencana Tanah Longsor Pada Lahan Miring Berikut ini adalah cara dan Tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghindari bencana tanah longsor. 1. Jangan Menebang Pohon di sekitar Lereng Pohon memiliki peran penting sebagai penahan tanah, semakin banyak pohon maka semakin kuat dan stabil tanahnya. Bagian akar pohon tersebut saling menyebar dan bersinggungan sampai bisa membantu tanah agar tidak mudah terjadi longsor, karena bagian akar pohon juga memiliki tugas sebagai penahan tanah. Dengan mengurangi penebangan pohon di sekitar lereng bisa menyelamatkan kita dari bencana longsor. 2. Tidak Mendirikan Bangunan di sekitar Sungai Semakin dekat bangunan dengan bibir sungai, maka semakin besar peluang terjadinya bencana longsor. Tanah yang terus tergerus oleh erosi hingga tanah disekitar sungai menjadi habis, bisa menyebabkan tanah longsor dan menghancurkan bangunan di sekitar tepi sungai. Jika terjadi hujan deras hingga menyebabkan arus sungai semakin deras dan volume air semakin besar, maka akan mudah terjadinya erosi. 3. Jangan membuat Kolam atau Sawah di Atas Lereng. Jika Anda ingin membuat kolam atau sawah diatas lereng diusahakan jangan membuatnya. Karena semakin meningkatkan peluang untuk terjadinya bencana longsor. Adanya tebing curam dengan lahan yang gundul dan diatasnya juga terdapat kolam atau sawah yang penuh dengan air, akan membuat daya hidrostatiska semakin kuat untuk menekan permukaan tanah, sehingga tanah rentan untuk tergeser merubah dan dapat mengakibatkan terjadinya longsor. Keadaan darurat bisa terjadi jika air yang ada di sawah atau kolam tadi tiba – tiba hilang terserap ke dalam tanah. Hal seperti itu sering terjadi sesaat sebelum terjadinya bencana longsor. 4. Jangan Mendirikan Rumah di Bawah Tebing Untuk pembuatan rumah carilah lokasi rumah yang masih terbilang aman. Jika daerah sekitar memanglah berbukit, pilihlah lokasi yang sekiranya aman dari jangkauan luruhan tanah jika terjadi bencana longsor. Ketika membangun rumah usahakan lokasi bangunan sejauh mungkin dari kaki tebing, contohnya jika tebing setinggi 50 meter maka usahakan jarak rumah berjarak minimal 175 meter dari kaki lereng, sehingga jika terjadi bencana longsor tidak akan mencapai bangunan tersebut. 5. Jangan Memotong Tebing Secara Tegak Lurus Saat menggali tanah dalam jumlah yang besar contohnya untuk keperluan tambang, maka sebaiknya jangan langsung memotong badan lereng secara tegak lurus, karena akan mengurangi daya penahan tanah terhadap tanah yang ada di atasnya. Walaupun di atas lereng dipenuhi oleh pepohonan, namun jika badan tebing sudah terpotong terlalu dalam maka tanah di bagian bawah akan kehilangan penopang dan keseimbangan, sehingga akan mudah terjadi tanah longsor. 6. Melakukan Upaya Preventif Dengan sering mengecek apakah ada retakan pada tanah, jika ditemukan maka segera ditutup dengan tanah lempung agar tidak banyak air yg masuk ke dalam celah tersebut. Bukan hanya itu, sering menjaga kelestarian vegetasi di area tebing juga merupakan salah satu upaya untuk pencegahan longsor yang terbukti efektif. 7. Membuat Terasering Jika ada lahan miring yang terpaksa digunakan untuk membuat sawah atau ladang, maka gunakanlah sistem terasering atau sistem bertingkat sehingga akan memperlambat aliran permukaan ketika hujan. Jangan lupa atur juga drainase agar air tidak tergenang di lereng. Dengan menerapkan sistem ini maka akan semakin jauh potensi terjadinya bencana longsor. 8. Memberikan Penyuluhan Kepada Masyarakat Terkait bencana tanah longsor, sering kali penyebab tanah longsor di area hutan sekitar lereng dikarenakan adanya penebangan pohon yang dilakukan oleh masyarakat sekitar, yang memang belum memiliki kesadaran atau pengetahuan mengenai dampak negatif penebangan pohon. Dengan memberikan penyuluhan ini akan membuka wawasan dan kesadaran masyarakat akan bahayanya jika menebang pohon secara liar, dan peluang terjadinya bencana akan semakin kecil. 9. Intervensi Dari Pemerintah Memberikan penyuluhan kepada masyarakat merupakan pilihan yang tepat apabila dibuat sebuah peraturan yang tegas terkait pelanggaran aturan yang sudah ditetapkan. Jadi harus ada campur tangan dari pemerintah dan warga untuk membuat peraturan dengan sanksi tegas kepada pelanggar. Dengan ini resiko terjadinya bencana tanah longsor bisa berkurang. Mungkin itu sedikit pembahasan tentang Cara Mencegah Tanah Longsor Pada Lahan Miring semoga bisa bermanfaat, Kurang lebihnya kami minta maaf. Terima kasih.
- Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan massa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis. Seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Sejumlah daerah di Indonesia rawan akan bencana longsor. Longsor menyebabkan banyak kerugian, seperti korban jiwa, rusaknya infrastruktur, rusaknya lingkungan, dan hilangnya tempat tinggal. Baca juga Tahukah Kamu Seberapa Kuat Jaring Laba-Laba? Baca juga Favorit Banyak Orang, Ketahui Bagaimana Tempe Dibuat Lantas, apa yang harus dilakukan agar tak terjadi tanah longsor? Berikut beberapa saran agar tidak terjadi tanah longsor yang bisa dilakukan, yakni 1. Pemantauan dan pembatasan lahan rawan longsor Dilansir dari Encyclopedia Britannica, pencegahan tanah longsor bisa dilakukan dengan pemantauan kondisi stabilitas tanah dan membatasi penggunaan tanah dengan stabilitas rendah. Longsor terjadi di tanah yang tidak stabil, sehingga pembatasan penggunaan lahan bisa mencegah terjadinya longsor. 2. Tidak mendirikan rumah di daerah rawan longsor Agar tidak terjadi tanah longsor, sebaiknya tidak mendirikan rumah, kolam, dan bangunan lainnya di daerah rawan longsor. Daerah rawan longsor, seperti di daerah lereng yang kecuramannya lebih dari 20 derajat, pada lereng berkelok, di bawah tebing, di tanah lempung, lembah, bantaran sungai, dan tanah yang gundul, curah hujan tinggi, dan rawan gempa bumi. Baca juga Kenali Hak dan Kewajiban Konsumen Baca juga Penyebab Tinta Cumi Berwarna Hitam dan Manfaatnya untuk Kehidupan Manusia Dikutip dari Geological Survey, daerah yang umumnya aman dari tanah longsor adalah daerah dengan batuan dasar yang keras dan tidak berseni yang belum bergerak di masa lalu belum pernah longsor, daerah yang sudut kemiringannya datar, dan sepanjang hidung punggung bukit, mundur dari puncak lereng. 3. Memperbaiki drainase air
pinterest Indonesia memang rawan bencana, namun ada sejumlah solusi untuk menyiasati tanah miring longsor, kamu memang perlu mengantisipasi masalah. Situs berita pernah melansir data dari BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional. Dalam kurun waktu 1 Januari hingga 31 Oktober 2020, Indonesia telah dilanda bencana alam. Bayangkan kalau jumlah ini belum menghitung tiga bulan terakhir pada 2020, jumlahnya sudah pasti bertambah. Bencana ini terdiri dari gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gelombang pasang dan abrasi, serta lainnya. Tanah longsor berada di posisi ketiga dengan jumlah bencana mencapai 447 kejadian, di bawah banjir dan angin puting beliung. Jangan salah lo, bencana longsor sering terjadi di Indonesia, negara ini memang rawan longsor karena kontur tanah. Pada 18 November 2020, bencana longsor yang menelan 4 korban jiwa juga terjadi di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sejumlah kejadian tanah longsor yang menelan korban jiwa dalam jumlah banyak terjadi Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada 2003 dengan 90 korban jiwa. Lantas kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Barat 2014 dengan korban mencapai 100 orang meninggal. Situs properti akan membahas mengenai cara menyiasati tanah miring longsor, bagaimana agar tanah tidak longsor. Ada sejumlah cara mengatasi tanah miring dan cara menanggulangi tanah longsor yang bisa dilakukan. Hal ini bisa menyiasati kalau rumah berada di lereng bukit atau gunung atau berada di kaki bukit. memaparkan sejumlah cara ini bersumber dari berbagai situs berita dan juga situs terkait teknik sipil. Cara Menyiasati Tanah Miring Longsor 1. Membuat Tembok Beton Untuk mencegah terjadinya tanah miring longsor, salah satu caranya adalah membangun tembok beton yang menutup tebing dan lereng. Tembok dari beton atau semen bisa menahan tanah, namun memang harus dibuat semacam saluran air agar air bisa keluar dari tanah dan tidak tertahan. 2. Menanam Pohon di Lereng dan Tebing Cara alami untuk mengatasi tanah miring longsor adalah menanam pohon dengan akar tunggang yang besar, bisa menahan air dan juga tanah. Saat terjadi penggundulan hutan pada tebing atau lereng, nantinya memang bisa berakibat pada tanah longsor. 3. Tidak Memangkas Tebing Secara Tegak Lurus Kalau ingin membuat jalan, rumah, atau bangunan dekat tebing, sebaiknya tidak memangkas tebing secara tegak lurus. Kalau hal ini dilakukan, ada kemungkinan bagian bawah tidak mampu menyangga bagian atas sehingga terjadi tanah miring longsor. 4. Membuat Terasering Atau Sengkedan Pernah melihat sawah yang dibuat tersusun? Nah, inilah terasering atau sengkedan, keduanya memang sama. Terasering atau sengkedan adalah metode konservasi dengan membuat teras untuk mengurangi panjang lereng, peluang air terserap oleh tanah lebih besar. 5. Membuat Soil Nailing Teknik soil nailing adalah teknik memperkuat tanah untuk menjaga kestabilan galian tanah dengan memasukkan besi beton. Besi beton yang dipasang memiliki jarak yang dekat dengan massa tanah sehingga tanah menjadi lebih stabil. 6. Membuat Horizontal Drain Horizontal drain adalah teknik membuat lubang drainase dalam tanah untuk mengurangi tekanan air dalam tanah. Teknik ini juga akan meningkatkan kestabilan lereng atau tebing, air mengalir sehingga tidak terjadi tanah miring longsor. 7. Memasukkan Micropile Teknik micropile ini adalah teknik yang dipakai untuk menstabilkan lereng di semua jenis tanah dan batuan. Tiang beton berdiameter kecil dimasukkan ke dalam tanah, tiang bisa menahan tanah agar tidak terjadi tanah miring longsor. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyiasati tanah miring longsor, meski ada juga cara dengan membuat desain rumah di tanah menurun. Saat merancang rumah atau bangunan yang berada di kontur tanah miring memang berbeda dengan tanah yang datar. Situs properti selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup. Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Jakarta Garden City.
RumahCom – Curah hujan yang turun makin tinggi di akhir tahun memang rawan menimbulkan bencana seperti tanah longsor. Melansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB mencatat setidaknya 511 kejadian tanah longsor terjadi di Indonesia sepanjang 2021. BNPB sendiri mendeskripsikan longsor adalah salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. Selain masuknya air ke dalam tanah, ada beberapa faktor lain yang dapat mengakibatkan tanah longsor. Melalui artikel ini, kita akan mempelajari lebih rinci mengenai tanah longsor di antaranya 10 Penyebab Area Rawan Longsor1. Curah Hujan Tinggi2. Gempa3. Tanah yang Kurang Padat4. Lereng Terjal5. Erosi & Penggundulan Hutan6. Penyusutan Muka Air Danau atau Bendungan7. Area Pertanian di Lereng8. Batuan yang Rapuh9. Material Timbunan pada Tebing10. Beban Berat pada Tanah Jenis-Jenis Tanah Longsor1. Longsor Translasi2. Longsor Rotasi3. Pergerakan Blok4. Runtuhan Batu5. Rayapan Tanah6. Aliran Bahan Rombakan Cara Mengurangi Risiko Tanah Longsor 10 Penyebab Area Rawan Longsor Lalu bagaimana bisa terjadi longsor? Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DIY melalui situs resminya menjelaskan proses terjadi longsor adalah ketika air yang meresap ke dalam tanah menambah bobot tanah. Saat air tersebut menembus tanah kedap air yang menjadi bidang gelincir, tanah pun menjadi licin dan akhirnya bergerak keluar dari lereng. 1. Curah Hujan Tinggi Menjelang musim penghujan antara September sampai puncaknya pada Desember, risiko terjadinya tanah longsor semakin besar. Selama musim kemarau, kadar air pada tanah cenderung akan menguap dan membentuk pori-pori atau retakan. Ketika musim hujan datang, air akan memenuhi celah tersebut dan membuat tanah melunak dalam waktu singkat. Saat fenomena ini terjadi, pergerakan tanah mulai terjadi dan mengakibatkan longsor. 2. Gempa Getaran hebat yang dihasilkan oleh gempa bumi dapat memecah tanah dalam waktu cepat dan akhirnya menjadi longsor. Tidak hanya gempa, getaran terus-menerus dari mesin, ledakan, atau kendaraan yang lewat juga dapat mengakibatkan tanah longsor. 3. Tanah yang Kurang Padat Kerapuhan tanah tidak hanya terjadi akibat musim kemarau. Jenis tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5m dengan sudut lereng mencapai 220 derajat juga berisiko mengalami longsor. Kedua jenis tanah tersebut sangat mudah pecah saat panas dan lembek saat diguyur air. 4. Lereng Terjal Longsor adalah bencana yang mudah terjadi ketika berurusan dengan lereng atau tebing terjal. Hal ini karena semakin terjal lereng maka gaya pendorongnya juga makin besar. Pembentukan lereng dan tebing terjal sendiri terjadi akibat pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin. 5. Erosi & Penggundulan Hutan Tidak hanya menghasilkan oksigen, hutan juga sangat penting untuk mengikat tanah dan mencegah terjadinya longsor. Karena itu, daerah yang gundul akibat penebangan hutan berisiko lebih tinggi mengalami erosi dan tanah longsor. Erosi sendiri terjadi akibat pengikisan air sungai atau laut ke arah tebing. Tanpa adanya tumbuhan, tanah yang terkena erosi akan makin cepat mengalami longsor 6. Penyusutan Muka Air Danau atau Bendungan Longsor adalah bencana yang berkaitan erat dengan air. Jika permukaan air danau atau bendungan susut secara cepat, gaya penahan pada tanah akan hilang. Akibatnya, tanah akan retak dan berpotensi mengalami longsor. Kondisi dapat diperparah jika kemiringan bendungan mencapai 220 derajat. 7. Area Pertanian di Lereng Lahan pertanian di lereng dapat berpotensi menimbulkan tanah longsor. Alasannya sederhana, jenis bibit yang ditanam umumnya tidak memiliki akar kuat untuk mengikat bulir tanah. Ditambah dengan penataan lahan perkebunan yang buruk dan genangan di air di petak pertanian semakin meningkatkan risiko longsor. 8. Batuan yang Rapuh Setelah erupsi, gunung berapi biasanya meninggalkan batuan endapan dan sedimen yang merupakan campuran antara kerikil, batu lempung, dan pasir. Material tersebut umumnya kurang kuat dan mudah sekali untuk mengalami proses pelapukan sehingga mudah longsor. 9. Material Timbunan pada Tebing Dalam proyek pembangunan dan perluasan area, biasanya akan dilakukan proses pemotongan tebing dan tanah sisa akan ditumpuk di lembah. Tanah tersebut biasanya belum padat sempurna sehingga mudah sekali terjadi longsor saat diguyur hujan lebat. 10. Beban Berat pada Tanah Jalan raya yang umumnya dibangun di pinggir lereng akan mendapatkan tekanan dari kendaraan untuk waktu lama. Lama-kelamaan, tekanan tersebut dapat memperbesar gaya dorong tanah hingga akhirnya menyebabkan tanah longsor. Tips aplikasi peta digital pada ponsel untuk melihat berbagai bencana alam yang tengah terjadi di sekitar Anda. Jenis-Jenis Tanah Longsor Melalui pembahasan sebelumnya, Anda telah memahami apa saja faktor yang menjadi penyebab sebuah daerah rawan terkena tanah longsor. Kini, mari kita simak jenis tanah longsor yang terbagi dalam 6 jenis di antaranya 1. Longsor Translasi Jenis longsor paling umum ini merupakan peristiwa dimana bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir yang bisa berbentuk rata atau bergelombang landai. 2. Longsor Rotasi Jika longsor rotasi tanah bergerak pada bidang datar, maka jenis rotasi biasanya melibatkan massa tanah dan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk cekungan. 3. Pergerakan Blok Disebut juga longsoran translasi blok batu, jenis tanah longsor ini biasanya ditandai dengan bergeraknya massa tanah berbentuk blok pada bidang gelincir rata. Tidak seperti jenis translasi dimana tanah cenderung berhamburan, pada pergerakan blok, tanah yang jatuh bersamaan akan membentuk seperti kubus atau petak sawah. 4. Runtuhan Batu Sesuai dengan namanya, jenis tanah longsor satu ini terjadi ketika sejumlah besar batuan dan material lain jatuh bebas akibat tanah di bawahnya rapuh serta terkikis. Kejadian longsor ini biasanya terjadi di daerah pantai. Karena material yang jatuh sangat berat, diharapkan warna yang tinggal di lokasi rawan untuk waspada. 5. Rayapan Tanah Rayapan tanah longsor adalah jenis longsor yang bergerak cukup lambat. Dengan jenis tanah berupa butiran halus dan kasar, pergerakan rayapan tanah sering kali tidak disadari orang. Setelah berjalan cukup lama, dampak kerusakan yang terlihat biasanya tiang listrik atau pohon semakin miring karena terdorong longsor. 6. Aliran Bahan Rombakan Terakhir, pada jenis ini longsor terjadi akibat air yang massa tanah bergerak menuruni lereng. Pada tipe ini, kecepatan longsor sangat dipengaruhi oleh kemiringan lereng, volume dan tekanan air, serta material tanah. Aliran Bahan Rombakan sangat berbahaya yang mampu memakan banyak korban karena gerakan longsor dapat terjadi sepanjang lereng hingga ratusan meter. Tinggal di area rawan banjir memiliki risiko yang tinggi mengalami bencana seperti tanah longsor. Ini saatnya Anda mencari hunian, yang bebas banjir dan longsor. Cek pilihan hunian di Lampung dibawah Rp700 juta yang aman dari banjir dan longsor . Cara Mengurangi Risiko Tanah Longsor Bencana alam seperti tanah longsor memang salah satu kehendak Tuhan yang tidak dapat diprediksi. Namun, kita dapat mengurangi risikonya dengan melakukan beberapa pencegahan tanah longsor seperti berikut ini Hindari membangun rumah di atas dan bawah lereng terjal. Longsor adalah bencana yang sering terjadi tiba-tiba tanpa disadari, jadi usahakan tidak mendirikan bangunan apapun di bawah lereng yang tanahnya terlihat rapuh. Tidak membuat kolam aliran air untuk sawah di bagian atas lereng. Genangan air dapat melembutkan tanah sehingga risiko tanah longsor semakin tinggi Sebaiknya, segera tutup dan padatkan retakan tanah yang terlihat dibawah pondasi rumah/sawah agar air tidak masuk melalui retakan. Jangan menebang pohon di daerah lereng. Sebaiknya ditanami dengan jenis tanaman keras yang akarnya kuat dan mampu mengikat tanah. Usahakan tidak memotong tebing jalan menjadi tegak. Ketika tanah di bawahnya mulai terkikis maka dapat terjadi longsor runtuhan batu yang berbahaya. Jangan mendirikan rumah di pinggir sungai karena tanah rawan terjadi erosi dan mengakibatkan longsor. Buat saluran pembuangan air SPA yang dapat menjadi tempat penampungan air tanah SPAT ketika terjadi hujan lebat. Demikian pembahasan mengenai jenis-jenis, penyebab, dan cara pencegahan tanah longsor. Melalui artikel ini semoga kita semua semakin waspada dan dapat terhindari dari bencana. Tonton video informatif berikut ini untuk mempelajari cara mencari rumah bebas banjir! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah Tanya Tanya ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami
- Menjelang musim hujan, kita berisiko terkena bencana banjir dan tanah longsor. Pada artikel sebelumnya telah dibahas pengertian dan penyebab banjir dan tanah longsor. Selanjutnya, kita perlu memahami akibat banjir dan tanah longsor, serta cara menanggulangi banjir dan tanah banjir dan tanah longsor Akibat banjir bagi manusia Kerusakan pada tanaman dan persawahan Melumpuhkan sektor perdagangan Melumpuhkan kegiatan pendidikan karena prasarana sekolah yang terendam banjir dan rusak Merusak lingkungan Menurunnya tingkat kesehatan masyarakat, karena berjangkitnya wabah penyakit di daerah banjir Berisiko menghanyutkan manusia, hewan, dan tumbuhan Berisiko merusak sarana dan prasarana, seperti rumah dan bangunan lainnya. Akibat tanah longsor Rekahan tanah yang menyebabkan pondasi bangunan terpisah dan tidak bisa digunakan lagi Tertimbunnya bangunan dan pemukiman di bawahnya Risiko korban jiwa, karena kejadiannya sangat cepat sehingga minim waktu untuk evakuasi. Baca juga Pengertian Banjir dan Tanah Longsor, beserta Penyebabnya Cara menanggulangi banjir dan tanah longsor Cara menanggulangi banjir Dilansir dari BPBD Kabupaten Wonogiri, berikut cara menanggulangi banjir. Mengoptimalkan fungsi sungai dan selokan untuk menampung dan mengalirkan air. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan sungai dan selokan dari sampah agar tidak tersumbat. Melakukan reboisasi atau penanaman kembali. Pilihlah jenis tanaman dan pepohonan yang bisa menyerap dan menahan air dengan baik. Memperbanyak atau mengembalikan ketersediaan tanah resapan. Tidak membangun rumah dan bangunan lainnya di bantaran sungai. Bangunan di tepi sungai berpotensi membuang sampai ke sungai sehingga menurunkan daya tampung air sungai. Hindari penebangan liar. Jika kita menebang pohon tanpa menanamnya kembali, ini akan membuat hutan gundul dan tidak bisa menyerap air. Cara menanggulangi tanah longsor Menghindari pembangunan pemukiman di kawasan lereng karena rawan terjadi tanah longsor. Mengurangi keterjalan lereng dengan pengolahan lahan terasering. Menjaga drainase yang baik untuk mencegah air mengalir keluar lereng. Menanam pepohonan yang memiliki akar kuat dalam jarak yang rapat. Selain itu juga menanam tanaman pendek sebagai drainase di antara pepohonan tersebut. Relokasi daerah rawan longsor. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.